Fugaku Supercomputer dari Jepang

0
0

Fugaku merupakan nama lain untuk Gunung Fuji yang membutuhkan pengeluaran sangat tinggi. Anggaran enam tahun untuk sistem dan pengembangan teknologi terkait berjumlah sekitar $ 1 miliar atau sekitar Rp 14,2 triliun,Sangat jauh berbeda dibandingkan dengan label harga 600 juta dolar atau sekitar Rp 8,5 triliun pada sistem superkomputer AS terbesar yang masih direncanakan.

Fugaku yang berada di Kota Kobe dibangun oleh Fujitsu Limited dan institut riset Riken Center for Computational Science. Fugaku berada di posisi teratas di urutan komputer super terkencang di dunia, Top500. Dalam bahasa Jepang, nama “Fugaku” memiliki arti sebagai “gunung Fuji”.

Fugaku juga memuncaki ranking HPCG yang menyusun daftar komputer super terkencang berdasarkan performa AI, serta peringkat Graph 500 yang mengukur kinerja sistem berdasarkan kinerja dalam menangani pengolahan data.

“Ini merupakan kali pertama dalam sejarah di mana sebuah supercomputer duduk di urutan pertama Top500, HPCG, dan Graph 500 dalam waktu bersamaan,” sebut pihak institut Riken dalam sebuah posting di laman web resminya.

Dalam peringkat Top500, Fugaku mencatat skor LINPACK sebesar 415,53 Petaflops, jauh lebih tinggi dibandingkan pesaing terdekatnya asal AS, Summit, yang mencatat 148,6 Petaflops. Untuk benchmark HLP-AI yang digunakan di HPCG, skornya 1,421 Exaflops.

Sementara, di Graph 500, nilainya 70.980 gigaTEPS, jauh di atas supercomputer TaihuLight asal China yang berada di urutan kedua Graph 500 dengan skor 23.756 gigaTEPS.Sebagai supercomputer, tak mengherankan jika Fugaku memiliki ukuran yang besar dan membutuhkan tempat yang luas.
Dibutuhkan tempat seluas 1.920 meter persegi atau kira-kira sebesar empat lapangan basket untuk menampung keseluruhan rangkaian Fugaku. Supercomputer ini memiliki hampir 7,3 juta core prosesor ARM yang berjalan dengan kecepatan 2,2 GHz, berikut memori 4,85 petabyte.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari New York Times, Jumat (26/6/2020), Fugaku kini digunakan untuk membantu riset terkait wabah Covid-19, termasuk dalam hal diagnosa, penanganan, serta simulasi penyebarannya. Sistem ukuran ruangan digunakan untuk tugas-tugas militer dan ilmiah yang kompleks, termasuk melanggar kode, memodelkan perubahan iklim dan mensimulasikan desain baru pada mobil, senjata, pesawat terbang dan obat-obatan.

Jepang tetap menjadi pemain yang masih relatif kecil dalam superkomputer. Dibandingkan dengan Tiongkok yang sudah menempatkan 226 sistemnya dalam daftar Top500 terbaru.

Sementara AS berjumlah 114, sebagai penyumbang terbanyak superkomputer terkuat. Jepang memiliki sejarah panjang dalam mendorong seni dalam komputasi. Contoh yang menonjol adalah K Supercomputer, pendahulunya di Riken, yang mengambil tempat nomor 1 di daftar Top500 pada 2011 sebelum dipindahkan di tahun berikutnya oleh sistem di Livermore.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here