Olimpiade Tokyo 2020 yang Terbuat Dari Limbah Elektronik

0
12
medali tokyo 2020

Pada tahun ini, kota Tokyo di Jepang akan menjadi tuan rumah ajang olahraga multicabang terbesar di dunia, yakni Olimpiade dan Paralympic 2020. Ajang olahraga terbesar empat tahunan ini akan memertemukan perwakilan negara dari seluruh dunia untuk memperebutkan medali di setiap cabang olahraga.

Uniknya, Jepang selaku tuan rumah membuat medali-medali dari hasil daur ulang sampah elektronik yang banyaknya mencapai kisaran 78.000 ton.Aneka sampah elektronik itu terdiri dari berbagai macam perangkat seperti laptop, termasuk juga 6,21 juta ponsel bekas yang diberikan oleh jaringan toko NTT Docomo di seantero Negeri Sakura.

Dari pengolahan puluhan ribu ton limbah tersebut, komite penyelenggara berhasil mengumpulkan emas sebanyak 32 kg, perak 3.500 kg, dan perunggu 2.200 kg. Jumlah tersebut cukup untuk membuat sebanyak 5.000 medali emas, perak, serta perunggu untuk dikalungkan di leher para juara Olimpiade dan Paralympics 2020.

“Proyek mendaur ulang elektronik merupakan bagian upaya kami untuk berkontribusi pada masyarakat yang ramah lingkungan. Kami berharap ini akan berkelanjutan dan menjadi warisan Olimpiade Tokyo 2020,” bunyi pernyataan panitia Olimpiade.

Desain medali sangat mewakili budaya Jepang, dengan pita yang memperlihatkan ichimatsu moyo modern (pola kotak-kotak) dan kasane no irome (teknik pelapisan kimono). Warna Tokyo 2020 ditambahkan ke pita melalui serat poliester daur ulang yang lebih ramah-kimia CO2.

Kami tidak yakin apakah ini adalah tren yang dapat kita saksikan di pertandingan Olimpiade mendatang, tetapi ini adalah ide yang cukup bagus dan cara yang baik untuk menggunakan kembali elektronik lama dan tidak terpakai kita. Diharapkan, semoga kita akan melihat lebih banyak acara-acara serupa yang mengadopsi ide ini untuk mengurangi limbah elektronik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here