Pengguna Telegram Meningkat Pesat 25 juta Setelah Whatsapp Ubah Privasi

0
38

Telegram menyatakan jumlah pengguna aktif telah mencapai lebih dari 500 juta pada awal Januari 2021. Sebanyak 25 juta pengguna baru juga dilaporkan bergabung ke Telegram dalam kurun waktu 72 jam.
“Telegram melampaui 500 juta pengguna aktif. Dalam 72 jam terakhir saja, lebih dari 25 juta pengguna baru dari seluruh dunia bergabung dengan Telegram,” kata Telegram dalam pesan yang dikirim ke pengguna, Rabu (12/1).

Telegram mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna. Salah satu pendiri Telegram, Pavel Durov, merinci, jumlah pengguna baru paling banyak berasal dari Asia sebesar 38 persen. Kemudian 27 persen dari Eropa, 21 persen dari Amerika Latin, serta 8 persen dari Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

“Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu, ketika 1,5 juta pengguna baru mendaftar setiap hari. Kami pernah mengalami lonjakan unduhan sebelumnya, sepanjang sejarah 7 tahun kami dalam melindungi privasi pengguna. Tapi kali ini berbeda,” ujar Durov.

“Dengan setengah miliar pengguna aktif dan pertumbuhan yang semakin cepat, Telegram telah menjadi tempat perlindungan terbesar bagi mereka yang mencari platform komunikasi yang berkomitmen pada privasi dan keamanan. Kami mengambil tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami tidak akan mengecewakan Anda,” ujarnya.

Lonjakan pengguna Telegram disadari terjadi setelah pesaingnya, WhatsApp, memperbarui kebijakan privasi pada awal 2021. Perubahan itu, yang mesti disetujui pengguna jika tetap ingin menggunakan aplikasi WhatsApp, telah menjadi perhatian dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here